Senin, 19 Desember 2011

Makalah Sosiologi Pendidikan




                                                      
PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT DI DESA KENTENG - SEMARANG

                                                        BAB I
                                                PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Permasalahan
Pendidikan selalu dilihat sebagai usaha manusia optimistik mendasar yang dikenali dari aspirasi untuk kemajuan dan kesejahteraan. Pendidikan dipahami oleh banyak orang sebagai usaha untuk melebihi kemampuan orang cacat, mencapai kesetaraan yang lebih tinggi dan memperoleh kekayaan dan status sosial. Pendidikan dianggap sebagai tempat anak-anak bisa berkembang sesuai kebutuhan dan potensi unik mereka.
Selain itu juga sebagai salah satu arti terbaik dalam mencapai kesetaraan sosial yang lebih tinggi. Banyak orang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan setiap orang hingga potensi tertinggi mereka dan memberi kesempatan untuk mencapai segalanya dalam kehidupan sesuai kemampuan alami mereka (meritokrasi).
Tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa pendidikan (sekolah) dan masyarakat adalah faktor pendidikan yang saling mempengaruhi. Keduanya mempunyai timbal balik yang tidak dapat dipisahkan. Seorang anak didik setelah mendapat pendidikan di keluarganya akan segera berlanjut untuk mencari ilmu di sekolah. Dalam lingkungan yang baru ini peserta didik diberi berbagai macam ilmu pengetahusn yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Setelah itu ia akan beranjak ke lingkungan berikutnya, yaitu masyarakat disinilah ia akan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatnya ketika melakukan pendidikan di sekolah. Terkadang seorang anak didik tidak bisa diterima oleh masyarakat karena pendidikan yang diberikan disekolah tidak sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, sehingga peserta didik tersebut hanya bisa menjadi penonton tanpa terlibat secara langsung dalam masyarakat. Tetapi ketika pendidikan yang diterima disekolah tepat sebagaimana yang butuhkan masyarakat, maka ia kan bisa menjadi pemain dan terlibat dalam masyarakat.  Disini perlu kita lihat sejauh mana pengaruh sekolah sebagai ladang pendidikan (formal) dalam mencetak generasi yang siap terjun ketengah masyarakat. Karena tidak jarang antara sekolah dan masyarakat tidak saling berinteraksi. Sebagian masyarakat menganggap bahwa pendidikan mahal dan hanya menghabiskan uang,. Disinilah perlunya pendekatan dari pihak sekolah untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Perencanaan pendidikan yang baik akan menhasilkan output yang berkualitas. Menurut Mulyasa (2007: 50), tujuan dari hubungan sekolah dengan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan peserta didik; (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

B.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peran dan fungsi sekolah bagi masyarakat desa Kenteng, Susukan Kab. Semarang?
2.      Bagaimana pengelolaan sekolah dan masyarakat desa Kenteng, Sususkan Kab. Semarang ?



C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui peran dan fungsi sekolah bagi masyarakat desa Kenteng, Susukan Kab. Semarang
2.      Untuk mengetahui pengelolaan sekolah dan masyarakat desa Kenteng, Susukan Kab. Semarang


D.     Manfaat
1.      Menambah pengetahuan dan informasi tentang hubungan  pendidikan dalam khususnya sekolah dengan Masyarakat Sekitarnya.
2.      Mengetahui secara langsung masyarakat kota pinggiran dalam memahami tentang  arti pendidikan.









                                                          BAB II

PEMBAHASAN

Desa Kenteng merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Susukan dan letaknya cukup jauh dari ibu kota kabupaten Semarang. Saya melakukan observasi di desa ini karena menurut saya desa Kenteng ini cukup terpinggirkan walaupun untuk saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saya mengamati adanya angkutan desa yang cukup banyak dan berbagai pondok pesantren yang membuat masyarakat sekitar keislamannya lumayan tinggi. Namun tujuan utama saya adalah mengetahui pendidikan yang ada di desa tersebut dan mengetahui pula kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan.
a.       Lingkungan
Perkembangan individu melewati pola-pola yang berbeda sesuai dengan hakekat dan harkat individu itu sendiri. Dalam proses tersebut terjadilah bermacam-macam lingkungan yang ikut mempengaruhi pembentukan kepribadian tiap-tiap individu. Mengenal lingkungan sekolah tidak dapat kita pisahkan dari mengenal kembali kapan timbulnya dalam masyarakat, serta fungsi dan peranannya. Dalam masyarakat Kenteng mempunyai lingkungan yang religius yang mementingkan hal hal keagamaan. Pendidikan keagaamaan banyak diterapkan di desa ini. Sekolah sekolahnya pun bernotaben islamiah dari TK Islamiah sampai MTs.
 Dalam masyarakat akan dapat dikembangkan bermacam-macam aktivitas yang bersifat pendidikan oleh bermacam-macam instansi maupun jabatan dan lembaga pendidikan maupun nonpendidikan. Kegiatan pendidikan yang berfungsi sebagai pelengkap perkembangan kepribadian individu secara individual maupoun kelompok ialah kegiatan pendidikan yang berorienytasi melengkapi kemampuan, ketrampilan, kognitif maupun performans seseorang. Sebagai akibat belum mantapnya apa yang telah mereka terima pada sekolah atau dalam keluarga.Kegiatan semacam ini mencakup antara lain:
-Perkembangan rasa sosial dalam berkomunikasi dengan orang lain.
-Pembinaan sikap dan kerjasama dengan anggota masyarakat.
- Pembinaan ketrampilan dan kecakapan khusus belum didapat di sekolah.


b.      Peran dan Fungsi Sekolah

Pembentukan keperibadian tiap individu berlangsung secara berkesinambungan dalam lingkungan yang berbeda dengan pola dan pendekatan yang tidak sama. Sekolah sebagai lingkungan pendidikan bukan mengambil peranan dan fungsi orang tua dalam mendidik anaknya dalam lingkungan keluarga, tetapi sekolah bersama-sama dengan orang tua membantu mendidik anak-anaknya. Keluarga menyerahkan sebagian wewenang dan tanggung jawabnya kepada sekolah, kepada guru yang telah mempunyai tugas khusus untuk itu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jelaslah bahwa peranan dan fungsi sekolah yang pertama-tama ialah membantu keluarga dalam pendidikan anak-anaknya di sekolah. Sekolah, guru dan tenaga pendidik lainnya meelalui wewenang hukum yang dimilikinya berusaha melaksanakan tugas yang kedua yaitu memberikan pengetahuan, ketrampilan dan nilai sikap secara lengkap sesuai pula dengan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak dari keluarga yang berbeda. Ini berarti bahwa selama dalam keluarga anak-anak mendapat pendidikan informal dengan kurang terikat kepada tata aturan trtentu, maka setelah mereka datang kesekolah, kepada mereka diperkenalkan tata krama, peraturan dan disiplin sekolah.

c.         Pengelolaan Hubungan Sekolah Dan Masyarakat

Pendidikan (sekolah) dan kehidupan masyarakat amat saling pengaruh mempengaruhi seperti;

a. pendidikan dipengaruhi oleh keadaan masyarakat, antara lain keadaan sosial ekonominya: faktor kesenjangan sosial ekonomi akan mempengaruhi strategi dalam perencanaanpendidikan.
b. Pendidikan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dengan memberikan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pendidikan akal, budi pekerti dan kerohanian kepada anak didik atau generasi muda yang langsung atau tidak langsung menentukan jenis pekerjaannya di kemudian hari: profesinya akan menempatkan dia pada tingkat sosial ekonomi tertentu dan mempengaruhi perkembangan seterusnya.
Pada masyarakat Kenteng kurang begitu terjalin hubungan antara sekolah dan masyarakat. Kesadaran masyarakat tentang arti pendidikan begitu kurang. Ini juga ditandai dengan banyaknya anak yang putus sekolah. Orang tua tidak begitu mementingkan masa depan anaknya.ini juga dikarenakan faktor finansial yang banyak diderita orang tua. Pemerataan kesempatan belajar harus dijamin kalau memang pendidikan dapat memberi kesempatan untuk memperbaiki hidup seseorang. Untuk itu pendidikan memiliki tiga hambatan besar, yaitu :
a.       Masalah bagaimana mendapatkan pendidikan secara mudah. Pendidikan harus memberikan  kesempatan  kepada   masyarakat secara merata. Dalam hal ini perencanaan pendidikan menemukan kesulitan karena fasilitas yang tersedia dan sumber  penyediaan terbatas.
b.       Fasilitas dan mutu pendidikan berbeda antara kota dengan desa bahkan sekolah di kota dan antar sekolah di desa. Walaupun semua anak mempunyai kesempatan belajar yang sama belum tentu semuanya mendapat pendidikan yang sama karena perbedaan jumlah dan mutu fasilitas, perbedaan kualifikasi guru, lingukngan, pendidikan dan ekonomi orang tua dan sebagainya. Dalam hal ini perencana pendidikan harus mengambil keputusan serta pelaksanaan harus: memanfaatkan fasilitas dan dana yang tersedia atas prinsip pemerataan kesempatan menerima pendidikan.
                     
c. Situasi masyarakat dengan aspirasinya yang selalu bergerak di negara yang sedang berkembang. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor pembangunan di sektor lain di samping daya tarik lembaga-lembaga pendidikan itu sendiri. Ada masanya masyarakat sangat tertarik kepada pendidikan menengah kejuruan dan aspirasi ini harus ditampung dan tergambar dalam perencanaan pendidikan.


                                                                  BAB III

                                                                PENUTUP

KESIMPULAN

Dari uraian singkat diatas kita dapat menarik kesimpulan antara lain:
Sekolah dan masyarakat memiliki Pendidikan (sekolah) dan kehidupan masyarakat amat saling pengaruh mempengaruhi dengan bermacam-macam cara: Pendidikan di pengaruhi oleh keadaan masyarakat, antara lain keadaan sosial ekonominya: faktor kesenjangan sosial ekonomi akan mempengaruhi strategi dalam perencanaan pendidikan.Pendidikan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat dengan memberikan ilmu pengetahuan, ketrampilan, pendidikan akal, budi pekerti dan kerohanian kepada anak didik atau generasi muda yang langsung atau tidak langsung menentukan jenis pekerjaannya di kemudian hari:
profesinya akan menempatkan dia pada tingkat sosial ekonomi tertentu dan mempengaruhi perkembangan seterusnya.  Perlu diingat bahwa pendidikan bermaksud melayani kebutuhan masyarakat dalam arti menambah kemampuan masyarakat untuk dapat bertahan dan mengembangkan diri dalam semua aspek kehidupan. Karena itu materi yang disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat di mana kelak mereka terjun.

2 komentar:

  1. pertamax
    ...baik sekali makalah yang mas bro buat...
    hanya sekedar mengingatkan untuk daftar pustakanya tiadakah...? atau nyomot darimana...?
    seperti itu...?

    BalasHapus